بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Ketika Terbenam

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Ketika Terbenam":

dan ketika terbenam
suara-suara itu sudah tak lagi terdengar
menyusup pergi ke pembaringan
berbarengan dengan singgahnya burung-burung ke peraduan
sepi. alam merasa sunyi

tetapi sekelompok angin
meliuk-liuk menerpa langit
gemericik hujan pun turun
ada cerita di sana
di bawah kardus-kardus yang terkumpul
entah apa.
tawa riang menggema menyambut gelap

dan ketika itu
mereka terjebak
saling beradu pandang lantas membungkam diri
"kita tak sama!"
begitu mereka lontarkan kata

waktu yang kian menepi di titik curah
terhanyut pada gempita
tabuh gendang di tepi perempatan jalan sunyi
tak lagi sisakan suara-suara alam semesta
seumpama tidur.
terbelai oleh mimpi pada napas yang sudah tiada

"kita tak sama!"
satu-persatu digiring pulang
oleh angin yang berhembus sengaja
menerpa. meninggalkan dupa yang berasap
di samping keranjang yang berisi tulang belulang

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar