بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Perjalanan Panjang

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Perjalanan Panjang":

walaupun aku selalu rapuh
saat menuliskan syair-syair di bilik si papa
tak pernah bunyi keluh terkuak dari bibir yang hitam
seumpama matahari yang beranjak
menuju siang. itulah aku

namun kerap bualan mencoret-coret wajah
putihnya seolah susu berisi racun,
tak berdaya, seketika
hujan rintik pun berayun teriring lembayu di sudut kampung
ini adalah perjuangan, bisik angin
membelai tubuh dalam dekap tulus

dan aku adalah nanar yang jatuh dengan air mata
bukan sebab ada yang menghantarkan pupus
pun onak-onak yang bertebar di beranda rumah
tetapi kasih, cita bertabur di bilik syair yang tercipta
adalah seumpama nada-nada dari doa si papa

'aku adalah aku
sebagai proses menuju tahta bertinta'

dan tengah setiap rupa
walaupun rapuh, terkadang angin selalu berbisik -lagi-
:
kita tak pernah tahu
jalan di depan rumah adalah ruang di atas khayal
biarlah tumpah agar detak jantung merasa biasa
sebab perjalanan masih panjang

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar