بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Rintik Hujan di Gurun Pasir

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Rintik Hujan di Gurun Pasir":

rintik hujan setelah maghrib
terdengar sayup doa mengiris hati
seumpama memecah sunyi,
memandang malam dengan tabuh gemericik kembang api
menghamburkan istana-istana
hancur, sepintas mata

setelah pulang berzikir,
diam sejenak menatap langit
debur cahaya jatuh ke makam suci di antara pilu
begitu menusuk,
ada nanar mata menghias di bola mata
: menangis

kini doa-doa setelah rintik hujan
hanya dapat mengangkat satu harap
:
"pertahankan kampung halaman dengan jiwa
camkan laknat-laknat di setiap langkah
demi bumi,
kita mati sebagai orang suci!"

dan rintik hujan adalah air mata,
bagi mereka
sementara di seberang gurun-gurun beratapkan nestapa
seperti doa-doa ibu tercinta

demi agama kupertahankan hati
demi bangsa kujaga sanubari,
begitu bisik rintik hujan yang terdengar

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar