بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Suara Syahdumu

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Suara Syahdumu":

begitu syahdunya suara yang keluar
gemericik... berdebur-debur
dan akankah suara-suara tersisa?
padahal habis semalam berteriak
lantang!
namun, mengapa harus syahdu
yang menyusur ke dalam ruang alam ranahmu?

suatu pagi di pembaringan
melihat guratan itu terpaku di balai
tempat yang lalu hujat bertandang
mainkan pedang untuk jatuhkan nista
di seberang tabuh gendang bertuan

dan akankah air mampu membasuh luka?
sementara ia tak tertembus oleh mata
hanya rasa yang memendam
sebab perih mengangkat doa dan mengalir di setiap langkah,
kemana kau pergi

namun sekali berpijak tak berpindah
suara itu begitu syahdu
acap kali selisih menyilang tak beraturan
memandang nanar pada pupus,
seolah tiada ragu menyeret iba tuk dekap
padahal tak nampak

suaraku habis, kini
berganti suaramu yang menyulut doa
bukan tuk berteriak,
namun kau palingkan duri-duri yang terpaku di sana

haruskah suara-suara itu menghilang
agar syahdu?

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar