بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Wajah Biduan

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Wajah Biduan":

begitu mulusnya kaki yang kau ceburkan ke atas kuali itu
sayang, seribu sayang
wajahmu serupa bulan di wadah emas tak berair

aku terpukau, terpana seketika itu
tiba-tiba!
kejantananku haus sudah meski pori-poriku melonggar
andai biduk di punggung tak membesar
tak perlu bibir gincumu menebal tuk memikat

seruput secangkir kopi,
habiskan adegan di bawah jembatan bayang
wajah-wajah.
kakimu yang terbungkus kardus bekas
terkubur garang sebab semalam
di kuali itu. di semak-semak tak berakar zakar

aku terpukau, tapi pilu
wangimu seolah paksakan hati
di sana, hanya dua antingmu yang tertinggal
agar digadaikan segera ke toko klontong milik si juragan kertas

bertinta.
berminyak seperti kau

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar