بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Wajah Hujan

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Wajah Hujan":

ia pergi untuk mencari sesuap nasi
agar bisa makan
membawa rantang yang masih kosong
menyusuri jalan setapak di tengah sawah
setiap hari

ia pergi, namun kali ini tidak
hujan turun lebih dari sehari
maka tak ada upaya tuk mencari nasi
hanya sisa kemarin
di atas meja makan beralas papan

satu. dua. tiga.
enam mata menatap sayu
hanya enam biji beras yang tersisa
tak cukup menguatkan perut yang melilit,
sedari tadi.

lalu tunggu menunggu
ia pergi ke tanah seberang
melewati sungai di tengah kampung
berharap kepergian seumpama langkah-langkah
di antara padi-padi yang menguning

dan tak cukup.
bagi mereka
sudah lebih dari separuh minggu
hujan tak berikan kaki dan tangan menadah di pintu langit
mencari nasi,
untuk makan

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar