بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Hujan Desember

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Hujan Desember":

hujan desember
mengantongi pundi-pundi
di semak tak tentu
pada jaring yang bolong
bertegak seperti ranjau-ranjau
di rupa

hujan desember
menjentawahkan syair-syair tak bertulang
tercecer... biar nelangsa
sehabis daun-daun lenyap ketika runtuh
merayap sungai di ujung masa dua belas

hujan desember
apatah nasib berlalu lalang
seraya kabarkan
: bukan mati atau hidup!
pun bukan senang atau sengsara!
(?)

//

lalu sepenggal napas pada puisi
di bulan desember
merangkul rintik-rintik embun
- melumat arah dan waktu
ketika kata dan makna
jatuh-bangun mengejar mimpi

hujan desember,
mungkinkah lagu dan nada
akan meminang syair-syair para pelacur?

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar