بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Rindu Semalam

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Rindu Semalam":

begitu pertengkaran menyelimuti kita
ada salah yang menyabarkan
salahku, begitu kubilang

sementara ranum di sekitar tubuh
menggepita pada hari-hari ketika jatuh tepat di wajah
meski berulang kali kulewati jalan-jalan yang tumpah tindih
sebab tak sedetik pun luput mata
- dan hati

pun begitu kembali.
kekhawatiran mengalun iringi bisikan napas-napas yang tertahan
lumat pada nafsu -berdetak bias cemburu-
apatah dagingmu membusuk
lalu diam-diam mengotori perjalanan
(?)
padahal usailah pertengkaran tadi
meski degup jantung tak beratur
menguliti tulang, tuakan wajah

***

wahai zat yang berarak di sekitar malam tumpuanku
hendak apa yang dipikir jamahmu?
padahal ketika doa-doa menembus langit
hanya segelintir ketakutan berderajat harap

"aku rindu"

begitu sangkaku pada tahajud cinta
hanya sebatas bibir merah dan liukan tubuhmu
mengantarkan sepiring kepasrahan sebagai tanda
: kasih sayangmu

sudahi pertengkaran semenit
datangkan kembali ranum kerinduanmu
walau sebatas tanganmu menggenggam bintang di ranah malam
ketika bergelut wajah-wajah silam
: apakah aku ada untukmu
(?)

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar