بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Wahai Kekasih

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Wahai Kekasih":

dan seperti pagi menyuarakan dentum berzikir
kutemukan tanda di keningmu
duh, kekasih yang tumpah berkasih
kuhaturkan lafaz cinta di hampar sajadah terbuka

dan seperti siang melantunkan nikmat berhasrat
kujejakkan selangkah kata di hatimu
duh, sang damba yang kudamba
kukecupkan bibir di haluan salam-salam

duhai kasih yang didamba
dengan nada yang berpaut di sini,
kupangku ashar dan maghrib agar tak terjebak
sebelum malam,
sebelum kita berganti suara

duh, kekasih
duh, pujaan riwayat hati
aku terima titik nadir di antara siluet cakrawala

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar