بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Bersama Waktu

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Bersama Waktu":

dulu, aku melewati kebun kopi
di sebuah antah berantah dan kemudian tahu
dulu

jalan berliku, tak tentu arah
pontang-panting
dan tumpah ruah sebuah cerita
dulu, saat kulewati rerimbunan pohon
siulan alam yang menyentak

dulu...
dan kini berubah jadi sebuah tanda
namun kerap tak lagi bertandang
sudah lama...
sudah mati...
begitu mereka bilang

tetapi yang dulu,
adalah indah dan menjadi hati
menembus kemudian ingin kembali

dulu dan tidaklah sama
meski bersama waktu

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar