بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Diusik Petang

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Diusik Petang":

aku menikmati secangkir kopi
dan sebatang rokok
sesaat petang menembus cakrawala

dari sini,
dalam lingkup sejuta mata berkaca
berharap
ada tumpahan membanjiri lantai
putungnya membekas di labirin asap

dan aku tersendat pada decak
tak habis sebuah khayal mengintai di ujung jari

duh, aku terjebak
terkekang petang yang mengusik

Jakarta, 2013

{ 4 komentar... read them below or add one }

Tiyang Magelang mengatakan...

hmm,,puitis ya sob

Zuwaily mengatakan...

terima kasih atas kunjunganny sob.

salam

nothingS notyou mengatakan...

Petang takkan datang bila tak lihat siang,,
siang pun takan hilang jika petang tak mendudukinya,,
poros letaknya hanya dalam hati yang berselimut diri,,
gelap dan terang tak kunjung pasti mana akan di pilih,,

tak kala doa terpanjat dan hijab yang terucap,
disitulah letak dari jati diri terang yang sesungguhnya..

kreasi iseng,,ngga tau maknanya sob,,,
kalo tau boleh lah di artikan..
SUKSES terus sobat..

Zuwaily mengatakan...

^_^

salam sukses juga.

Posting Komentar