بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Bulan di Wajah Pagi

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Bulan di Wajah Pagi":

dan bulan tak nampak
setelah hujan reda semalam
padahal sudah kering kerontang kapuk di antara ranjang

dan malam sudah hampir pagi
namun doa-doa masih saja menggantung di langit
padahal kala wajah bertemu, cermin silangkan hati

duh gusti,
dimana tempat suci yang harus dijadikan tempat bersyahdu?
padahal surat-surat itu sudah hampir pudar
memudar dalam cerita satu kehidupan

duh gusti,
tanda setangkai bulan memacu lintang di ranah pagi
begitu dalam benak serumpun,
kami

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar