بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Kepada Lelaki: Untuk Ayah

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Kepada Lelaki: Untuk Ayah":

dia pernah berlari-lari
merangkak-rangkak di jalan
tak lelap dalam segumpal mimpi di malam
pun enggan membasuh keringat
pada saat rehat menjelma anak-anak

dia tak pernah menyulam tangis di antara tawa
tak juga mengulur masa
tak pula meronta kesakitan
apapun ia, hanya mengelus rambut-rambut yang terlelap
sambil senandungkan doa-doa ketika gulita

dia pernah terjatuh, namun tak goyah
dia pernah terbunuh, namun tak mati
syahdan, ketika pagi-pagi buta
ia tegap menghantarkan cita-cita si kecil sebelum debu itu menjadi gelap
kepada lelaki itu,
untuk ayah

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar