بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Nasab Puisi

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Nasab Puisi":

dan kemudian terlahir sebagai anak
dari sang ibu
lalu tumbuh besar seperti waktu menganakkan hari

dan kepada alam ia menyertakan pena
pada seutas napas yang masih terulur
melalui sebuah puisi yang mencipta
lantas mendekap sebuah rahim yang dulu pernah hidup

dan kepada kesunyian ia merentas
sebagai ayah dari anak berlalu cucu
tumbuh besar,
mengembangkan sayap-sayap nasab dari sebuah puisi
lantas jatuh,
di samping makam yang sudah berumur puluhan tahun

kemudian ia bilang,
"ibu mengajarkan kepada kita puisi,
bukan permainan."

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar