بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Seutas Sore

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Seutas Sore":

napasku tertuang di lembaran yang basah
ia pudar kemudian
dan anganku termenung-menung di antara sudut sore
ah, hendak kemana hati dan mata?

jemari yang bertalu mengiringi maghrib
suara, di ujung waktu yang menyingkirkan hijab
ataukah menutup hijab?
dan lantas membuyarlah ayunan pada seruling kaffah
apatah kidung harus bertekuk pada syair-syair Tuhan
(?)

napasku tertuang dan habis
tak lagi ada senapas untuk bersuci
atau pun mengusap dengan kucuran air yang jatuh dari tangkai
waktu dan usia

kemudian putus sudah sebuah tali
di sore ini

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar