بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi di Jabasi (Sebuah Surat)

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Di Jabasi (Sebuah Surat)":

menantang hujan di atap panas yang menyengat
kerap ia menunjuk cahaya
lantas sudah ketika rintik membasahi badan
tetapi ia tak berteduh
membawa payung atau pun dahan-dahan di pinggir jalan

dan sebuah puisi ia pajang di teras sebuah rumah
bernama "Jabasi"
menuntun puing-puing agar berserak
seraya berkoar
menandingi gelegar petir yang haus suasana
cetar, pun membelalak di sepanjang warna-warna hujan

beralaskan mimpi
ia menantang hujan yang tak berair-basah
kering kerontang
deru-menderu di bawah baling-baling tak bermesin
kemudian ia mengantarkan satu catatan di depan rumah

sebuah surat

'di Jabasi ini telah tertanam aku
lajang beranak pinak
tiga'

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar