بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Aku Tetap Menunggu

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Aku Tetap Menunggu":

aku tercekat ketika kau menulis kata-kata
di sebuah dinding yang menghias di wajah kita
aku terperangah dalam tangis yang diam-diam

kemudian, kuikatkan dalam takdir hidupku
: aku tetap menunggumu

seandainya aku dapat menerima dan memahami
pun menolak dan menyesali
tali-tali itu tak akan terulur mesra
jiwa-jiwa akan tergoncang oleh amarah
cemburu
pun dendam yang tak berkesudahan

karena waktu

kemahatololanku terkapar, tertawa bisik setan
lalu merembas dalam buai di antara nafsu
...
duhai jiwa yang terkurung di hati,
inikah permainan seperti kisah Punguk merindukan Bulan?

kalimat itu dalam bingkai kata
adalah sejarah... sebuah titik balik meski selalu saja kubilang
: aku tetap menunggumu

dan untukmu dalam jiwa
meski tangan pun tak bertepuk untukku
hanya ada seutas mutiara yang tersenyum,
membuatku tergerak menuju cinta di atas cinta

'aku tetap menunggumu'

meski menyakitkan, menyedihkan
dalam kabut yang menghalang hati

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar