بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi - Kisah dalam Puisi

Ditulis oleh Zuwaily


Puisi - Kisah dalam Puisi - Aku membaca segelintir kisah yang nampak malu-malu timbul di permukaan. Ia laksana bidadari yang enggan mengeluarkan suara merdu ataupun gemericik gelang emas yang dikenakannya di kaki.

Ia sengaja kusebut kisah sebagai perjalanan di dalam puisi yang masih saja merangkak untuk belajar lebih dewasa. Ia sengaja kubuatkan satu petak lahan agar ia dapat berlari, menangis, tertawa, yang ditemani oleh secangkir minuman berpekat.

puisi itu jatuh
dalam kisah

puisi itu merunduk
dalam pilu

sengaja kusebut kisah memilu
merindu
mendekap
dan mengecup angan dalam zaman

Jakarta, 2014

Sepertinya aku sengaja membuatnya begitu, menjadi kisah yang belum berarti untuk menjadi hidup. Memokokkan yang dipokokkan dalam sebuah kalimat-kalimat berantai mengakhiri zaman.

Zuwaily, dalam kisah yang merentas di jiwa yang diam-diam memikirkannya.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar