بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Menyayangi

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Menyayangi":

Aku menyayangi mereka seperti Tuhan menyayangiku dengan penuh kasih sayang tak terperi. Dekat ke urat nadi. Menjaga seperti ibunda kepada buah hatinya. Aku tahu..., hidupku di sana, di pundak mereka yang berharap sama layaknya langit yang tumpah pada malam-malamku.

Meski aku sendiri, di batas kehidupan yang selalu kuutarakan melalui puisi-puisiku. Namun tak risaukan hati yang masih ramai dengan jenaka-jenaka, sedih-gulana, duka-riang, yang terpampang jelas dari bayang wajah mereka. Tertanam dalam. Dan aku sadari sebuah arti untuk menyayangi meski sebatas hati.

Aku tetap menyayangi mereka. Sampai detik ini hingga Tuhan mengharuskanku menghadap-Nya. Sebuah keharusan tuk menjaga hati. Satu hal, tak ingin menyakiti jiwa-jiwa yang telah tertanam di dalam lubuk hati. Menyayangi di tengah kehidupanku yang kian fana termakan usia.

Kusayangi mereka dengan setulus hati dan kupersembahkan rumah kecilku dari hati yang selalu kukuras dengan keringat kerinduan. Ayah-bunda, keluarga tercinta, dan labuan hati di tanah seberang, kota Khatulistiwa.

#Kupersembahkan puisi-puisiku yang tertanam di dalam hati ini#

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar