بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Baru Saja Banjir Datang

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Baru Saja Banjir Datang":

menikmati rintik hujan
di pelantaran kawan-kawanku
yang asik bergurau
sambil disuguhi secangkir kopi
biar kepenatan hilang segera
lalu membawa kehangatan yang tadi menghilang

sementara anak-anak riang
bertelanjang dada
membiarkan kepala basah
bersahut tawa menggema
mengeja bulir-bulir yang terekam di dada

begitulah seketika rembulan pudar
sebelum kabar menggotong sekarung pakaian,
segenggam emas yang terlupa dibawa
tertinggal dalam pendaman
memantulkan desah, gonjang-ganjing
suami-istri, anak-beranak
dan sekumpulan berita tanah teronggok di bibir sungai

makin malam makin sunyi
namun teriakan anak-anak basah tadi
menyisakan kenangan terlewat
perkampungan telah usai, senda gurau
tak lagi hangatkan hujan berdendang siksa
dan kemana kawan-kawanku?

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar