بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Gejolak Sejarah Rasa

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Gejolak Sejarah Rasa":

bersama gelombang dalam rasa
mengetuk beberitaan pada napas jelata
begitu indah mawar yang tumbuh
meski durinya begitu tajam menusuk hati
menggerakkan rasa nestapa jiwa

dari sekian banyak petuah
hanya bibirmu yang basah
memaraskan keayuan pada jelita di pagi
menyusur lembaran yang tereja
dan ketika hati harus berkata:
“kubiarkan gejolak menerpa”

namun kidungmu semakin tak jelas
berderai satu senja yang tiba menghilang
malam itu ternyata sejarah bercerita
membaur tuk decakkan beribu kunang-kunang
di pinggir jalan

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar