بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Kereta Malam

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Kereta Malam":

kereta yang kutumpangi anjlok di tengah rel
aku – penumpang panik, benar-benar panik
rupanya malam masih diam tak beranjak
sementara jurang-jurang menampakkan sesal
mengibaskan angin yang terlalu dingin diserap bulu-bulu tubuh

kereta kami anjlok
masinis tak dapat berbuat, telepon mati
tak ada listrik di antah berantah ini
tak ada himbauan meski kami harus naik sebelum berangkat
kami panik, terlalu panik
padahal kemarin sebelum pamit kendara waktu sudah bilang:
"besok, ada sepuluh nyawa yang digenggam
termasuk kau!"

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar