بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Beton

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Beton":

beton,
menancap di bumi
begitukah?

bukankah jarum-jarum sudah menusuk baju-baju
lalu dijahit?
begitukah?

tetapi mangsa tetaplah mangsa
di mana lapak tak berdiri tapak
di sanalah beton-beton itu menancap

begitukah?
sementara doa si papa di pinggir jalan
hanya meminta harap,
"biarkan kami sedikit saja menghirup daun-daun yang jatuh,
wanginya saja.
cukup itu!"

bukankah
beton-beton sudah tertancap
dengan segala rupa
???

demi anak cucu
anak cucu
pun anak cucu!

begitu rayunya

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar