بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Cicak Bersuara

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Cicak Bersuara":

suara cicak di dinding itu
membangunkan mata yang sedari tadi terlelap
suara-suara itu,
bergemiricik dan bertalu menabuh gaung yang berbunyi;
memekakkan telinga yang tuli
suara-suara cicakkah?

malam sudah hampir punah
derap pagi menghantarkan dingin yang bersembunyi
pada raut wajah si cicak tak berekor
mata terbelalak menuju satu pandang si melata
yang merayap-rayap dekati jejaka dan jelita
haruskah suara membisikkan decak tak terkira?
syahdan...
kakinya tak melekat pada sandaran nista dan nestapa
terjatuh tepat di perut yang buncit melilit

suara cicak itu
pun itu cicak yang bersuara
membangunkan jiwa-jiwa yang masih saja
- terperangah, terpongah, ...
dan menggigil berselimut pagi
padahal ia tak tidur semalaman
menunggu waktu tiba bermusim seiya hati

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar