بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Kendara Nanti

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Kendara Nanti":

berbondong-bondong kaki melangkah ke surau sempit
padahal dulunya luas
menghampar sajadah yang dulunya tanah
pun membasuh airnya ke wajah
satu takbir, menggerak
berdiri dan sebelumnya mencium wewangi sehelai benang
yang terajut dalam keranda

sebelum dhuha,
pagi-pagi berangkat dengan tegap
padahal dulunya lalai
pun sedikit tak tergerak pada bunyi lengking nan parau
kata hati,
"mungkin sudah waktu"
belajar ikhlas (?)

dan darah bercecer, sesudah itu
berkurban bukan menjadi korban
namun kedekatan yang lebih hakiki
- bukankah (?)
jika yang lalu adalah sejarah -pengalaman-
: pahit

pun sampai bertemu pada nada-nada akbar,
suatu ketika menjemput domba yang disembelih
sebagai kendara

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar