بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Rindu Merindu

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Rindu Merindu":

ketahuilah bahwa rindu yang datang
menyusup lewat kaca jendela kamarku
aku menunggu dan tumpah rasa
menggenangi air laut yang menerpa
anginnya berbisik
bilang dengan nada memaksa

jangan pernah percaya pada wajahnya itu
ia seumpama harimau di dalam jeruji

aku tak merasa khawatir
setiap kali rindu berpaut dengan kendara yang membawa berita
acap kali ia berhenti
lalu menanam pohon-pohon yang daunnya jatuh ke kamarku
dan aku hanya diam,
menunggu langit akan hujan dan menyendu di sudut kamar
menyendiri lebih asik,
menerawang gurat jalan-jalan berliku
pun seperti itukah aku

menunggu rindu-rindu
meski suara-suara bergelayut di tepi kamar yang selalu kusinggahi
selalu kabarkan
dekatkan pada nyata yang tak semestinya ada

ia jauh seperti kau jauh dari nirwana yang lindap

dan aku tak percaya,
hanya rindu yang mengungkap gelisah
biarlah nelangsa, seumpama duri-duri menusuk langkah
tertatih dan mengerang pada duka yang merindu

sebab rindu merindu
adalah aku, seolah bacakan kitab janji
di dalam kamar

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar