بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Simfoni Cinta Berarus

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Simfoni Cinta Berarus":

simfoni para lelaki ketika mengusung dalang
untuk bercengkrama sejenak di bawah bulan
handai menari-nari dalam semak tak belukar
bergandeng dendang dan gaun-gaun dara
secangkir kopi, pun
kicau-kicau tawa menyeruak jenaka
seruput asap mengepul

bilamana ia telah tiada
pada sekujur cinta yang membawa ranah di atas dipan
kongkow... menyulut debar lalu yang singgah
- berpura-pura menyanyi di balutan tari menggema
anak-anak, laki-laki, para wanita
berpelukan di ujung titik simfoni yang merindu

dan kepada pualam yang jatuh
terkikis dan berserak di satu kisah sebuah cinta, dikata
langit-langit pudar semacam teduh tak sepadan
wangi-wangi,
syair-syair
yang berpangku di bawah telapak tangan untuk meminta belas kasih

simfoni cinta,
tak berarus pada waktu mulai bercerita
pun sebuah akhir

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar