بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Gejolak Laparku

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Gejolak Laparku":

tak dapat lagi kutuliskan sajak
itu mauku...
seakan riwayat terpejam sudah
itu bukan mauku...
biarkan pena berjatuhan,
putihkan lembaran nurani yang memang putih

habis kata-kata di semak saraf bodohku
sedang aku tak mengerti dan bukan mauku,
terlentang, menatap malam...
sepi..., menyeruak hidangkan goresan laparku
sudahi, jerat-menjerat tangan yang tak lagi bergerak

kemudian berawal kisah,
belum berakhir layaknya sandiwara
sebuah perjalanan, meniti alas-alas di atas sajak yang terdiam
apa maksudku yang membisu, menelan khuldi berduri tinta?
jauh nian, sudahi gejolak alam tubuh
pasrah...

berhenti sejenak...
mereka tak memahami, ini percintaan di tengah nafsu dan akal
biarkan, Hati dan goresan laparku menjalar terselubung
dan tetap tak dimengerti
lalu andai menaruh janji:
"jika kau mengerti apa yang tersebar di sini,
aku jatuhkan lututku di hadapan Sang Ilahi."

{ 1 komentar... read them below or add one }

Steve Finnell mengatakan...

you are invited to follow my blog

Posting Komentar