بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Adinda: Mengapa Aku (?)

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Adinda: Mengapa Aku (?)":

sekiranya kau saksikan kepatuhan dan setianya sang mahapatih kepada tribhuwana, haruskah kesetiaannya berbalas balik saat citraresmi melakukan bela pati demi kehormatan mahkota yang dijunjung? aku tak mengira..., jika kelakuanmu membabi buta tuk ranggaskan ketentraman yang terukir pada emas apsara.

cukup aku yang tahu..., jangan kau khianati coretan yang sudah tertulis dari yupa-yupa itu. bukankah rajasanagara menghadiahkan sebuah janji namun harus berbalas dusta? berkata: ini demi keagungan semesta! sementara dinding arca itu tak dapat dibohongi melalui mata zaman, harihara, adinda.

adinda...!

sudilah kau berbelas kasih, mencium suhita yang bertalu-talu tuk menjaga kesetiaan ayahanda. mengorbankan diri layaknya permaisuri pasundan yang terhunus sebelum singgasana maharaja hancur. haruskah kusumpahkan beribu-ribu kata seumpama palapa yang menyisir ke semenanjung samudra? adinda..., aku bukan terakota yang hanya berdiam diri pada lesung pipitmu yang menikam durja.

sungguh, cinta dan kesetiaanku masih sama seperti sang mahapatih mengusingkan lengan kesaksiannya, sebelum tanah berdarah itu luluh lantak oleh nafsu. sungguh, sengkala itulah yang menjadi bukti prasasti tak berhingganya ketulusanku. namun...,

mengapa harus aku (?)

Jakarta, 2012

note: Puisi ini pernah saya publish di Forum Puisi pada akun FB saya yang kedua

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar