بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Fatwa Si Alim

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Fatwa Si Alim":

jadi sepuluh dari yang satu
tumbuh seratus setelah sepuluh
dan seribu dari seratus
bukan sekadar hitungan yang berlipat
namun cukup cetakan berikan nyata
sebab petuah si alim menghujam mati

saat si tuan memayungi napas bertekuk lutut
dirajamnya tuk mengiba penghujung waktu
sebab ia tersenyum bukan ketakutan mendera
di hadapnya
istana, wajah-wajah berseri memanggut doa
sesampainya di hati junjungan berbelas kasih
menanamkan rindu sebab kerinduan

bukan pula angka-angka
bukan juga kebohongan belaka
sebab begitu rasa yang tumpah ruah
pada napas-napas ilmu
berjanji
menikmati kasturi di ujung hidup melalui solawat nabi

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar