بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Waktu Kita: Percuma

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Waktu Kita: Percuma":

dulu,
kita adalah bulan yang pecah

pun sekarang,
kita adalah mentari yang retak

seolah tak beda
malam mencekam, siang membahang
: dan kita saksikan barang-barang itu tergeletak
berbulir
di istana kita

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar