بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Cinta dalam Wajah Nurani

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Cinta dalam Wajah Nurani":

inilah yang tertinggal
dalam nurani
apatah secuap menggigil;
memanggil,

"cinta tak pernah ada
dusta!"

dan dia berkata sebuah hakiki
sejati, itu yang patut
lalu haruskah doa-doa dan harap
terbuang dari segala hiruk-pikuk yang sudah basah?
dan lama mengering ketika malam harus tertidur

"andai mengerti
satu perjalanan saja," begitu yang kau kira

tapi hanya ini yang tertinggal
agar tak terjadi beban;
menanggung seberapa masa berarak memendar
dan terbias tak terluka

sejati, selalu itu yang tersirat
dari apa yang baru saja kau tinggalkan
di dalam nurani

-biar kita tak terluka-

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar