بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Hikayat Keledai

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Hikayat Keledai":

keledai termangu di depan pandang
sang majikan menghardik,

"sungguh! aku tak perduli denganmu!"
:
tetapi dia diam saja

keledai letih, namun harus berjalan
dan terjatuh.
sang majikan tertawa - terbahak -
diam, dia
tak berguna kedua telinga yang meninggi
pun ekor yang lebat

dan terjatuh lagi
sampai ia selalu begitu
pun sang majikan melepaskan tawa, lagi
selalu seraya menghardik,

"kau memang si pandir yang lemah!"

dia diam,
namun tahukah jika ada air mata yang jatuh
ke tanah?

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar