بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Duhai

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Duhai":

duhai angin yang berhembus
aku tak dapat memilih suara-suara yang bernaung
di sini.

duhai tuan yang agung
aku tak dapat memilah kertas-kertas yang berserakan
di sana.

aku pandir yang menuntun tongkat dari pekarangan rumah
- yang begitu sederhana
aku adalah cemoohan dari bibir-bibir bergincu
- yang begitu merona
aku adalah barang rongsokan yang teronggok
di ruang kerja, di samping jendela yang mengumbar bising angin berbisik

duhai sang petapa
dapatkah kau memilih dan memilah mereka?
sementara jalan-jalan rusak menuju ke sana
pun ke sini

duhai kendara yang bijak
aku tak dapat mengubur diri di bawah mesin yang menderu
sakit.

dan duhai yang kudamba
di mana doaku tersangkut?

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar