بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Sebuah Senja

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Sebuah Senja":

ketika sebuah senja mengarak ke arah sanak saudara
ada satu bunyi yang berkata:
"tinggalkan anak kami disini. cukup disini!"

dan suatu ketika sebuah senja pulang
dengan tangannya yang berdarah
kakinya yang terpotong
ke arah sanak saudara
"kami tak akan tinggalkan anak kami!"

dan ketika sebuah senja pulang
dengan wajah berbinar, rona memerah
membusung dada pada wajah-wajah menanti
ke arah sanak saudara
"kami menyesal. kami menyesal. kami menyesal."

sebuah senja tak lekas dipandang
menghilang di akhir sebuah cerita
tak nampak suka pada dahan-dahan dalam rumah

duka menyatu pada senja yang bercahaya
namun lenyap

Jakarta, 2013

{ 3 komentar... read them below or add one }

Majalah Siantar mengatakan...

dalam nih maknanya gan,,

kangFarhan mengatakan...

senja nan indah menyibak mutiara malam....
wahhh...puisi mantep2 disini mas....hahayyyy

Zuwaily mengatakan...

terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya sob.

salam

Posting Komentar