بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Buih Permata

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Buih Permata":

bukanlah permata yang jatuh dari sebuah tangkai
ketika pagi menyeruput mimpi
bersegera menuju altar yang mengetuk-ngetuk nurani

lantas, sejauh apa cahaya melesat di atas cakrawala?

lalu bukanlah permata yang hendak dicari
namun buih di aksara yang buta
membuta

Jakarta, 2013

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar