بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Anak-anak Nelayan

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Anak-anak Nelayan":

di dalam samudra
ada berita-berita yang baru terdedah
dari anak-anak nelayan
yang baru saja berenang
mengambil alga dan terumbu karang
meski bersesak napas dan timbul-tenggelam

sementara ikan-ikan sudah menepi di pantai
menggelepar, menyaksikan rembulan di antara gulita malam
menyenandungkan satu sajak yang dulu tersimpan
dan kunang-kunang yang menyelinap
segera pergi ke belakang
mengambil segelas air di padasan
membersihkan sayap-sayap dan tubuh yang tak lagi menyala

di sana...
anak-anak yang sedari tadi menyelam
mengumandangkan azan
membawa sorban dan berdiri di hadapan
padahal orang tua sedang bergurau
menikmati secangkir kopi pahit
di sekumpulan gubuk berlampu padam

sekiranya ada lagi samudra yang ingin diselam
mungkin ditemukan daging-daging
tak beranak
pun tak bercinta dengan tulang berdarah

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar